maaf masih maintenance/ perbaikan
Selamat Datang Di MEY DINATA Blogs

Kamis, 16 Desember 2010

Konfigurasi vlan pada cisco packet tracer


Langkah pertama konfigurasi pada Router,,,,,,,!!!!!!!

--- System Configuration Dialog ---

Continue with configuration dialog? [yes/no]: no

Press RETURN to get started!

Router>enable

Router#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#interface fa0/0

Router(config-if)#no shutdown =>perintah untuk meng hidupkan interface fa0/0

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up

Router(config-if)#exit

Router(config)#interface fa0/0.2

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.2, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.2, changed state to up

Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 2

Router(config-subif)#ip address 10.10.0.1 255.255.255.0

Router(config-subif)#exit

Router(config)#interface fa0/0.3

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up

Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 3

Router(config-subif)#ip address 10.10.1.1 255.255.255.0

Router(config-subif)#exit

Router(config)#interface fa0/0.4

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.4, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.4, changed state to up

Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 4

Router(config-subif)#ip address 172.16.16.1 255.255.255.0

Router(config-subif)#exit

Router(config) => Ctrl + Z untuk menyimpan

Router(config)#^Z`

Router#

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console => Enter

Router#copy running-config startup-config

Destination filename [startup-config]?

Building configuration...

[OK]

Konfigurasi Router anda telah selesai,,,,,,,,,,,!!!!!

Langkah selanjutnya konfigurasi switch manageable,,,,,,

Press RETURN to get started!

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet1/1, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet1/1, changed state to up

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet2/1, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet2/1, changed state to up

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet3/1, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet3/1, changed state to up

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet3/1, changed state to down

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet3/1, changed state to down

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet3/1, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet3/1, changed state to up

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up

Switch>enable

Switch#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#interface fa0/1

Switch(config-if)#switchport mode trunk

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to down

%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fa1/1

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 2

% Access VLAN does not exist. Creating vlan 2

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fa2/1

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 3

% Access VLAN does not exist. Creating vlan 3

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fa3/1

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 4

% Access VLAN does not exist. Creating vlan 4

Switch(config-if)#ex

Switch(config)# => Ctrl + Z untuk menyimpan

Switch(config)#^Z

Switch#

%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console => Enter

Switch#copy running-config startup-config

Destination filename [startup-config]?

Building configuration...

[OK]

Switch#

Konfigurasi swuicht anda sudah selesai,,,,,,,,,!!!!!!!!

Langkah selanjutnya pemberian IP pada PC Vlan menurut Gatway nya,,,,, lalu ping kesemua Gatway dan kesemua Client,,,,,,,,,,

Selamat mencoba semoga berhasil,,,,,,,

Read More : Konfigurasi vlan pada cisco packet tracer

Selasa, 23 November 2010

Tentang Rsync

Backup Data dengan Rsync

Rsync adalah tool untuk transfer dan sinkronisasi file atau tree (struktur direktori dan file) secara satu arah, baik transfer lokal (di sistem yang sama) maupun remote (jaringan/internet). Rsync merupakan tools kecil yang powerful karena bisa bertindak sebagai server sekaligus sebagai klien.
Keunggulan Rsync
1. Hemat bandwidth dan Mendukung Resume. Jika di sisi penerima, file yang ingin dikirimkan sudah ada, tapi belum tentu sama (misalnya ukurannya lebih kecil/besar atau terdapat perbedaan karena versinya lebih lama), maka rsync dapat melakukan serangkaian pengecekan perbandingan checksum terhadap blok-blok dalam file di kedua sisi, untuk meminimalisasi jumlah data yang harus ditransfer. Algoritma ini disebut algoritma rsync. Bahkan sebetulnya rsync bermula dari sebuah paper yang menjelaskan algoritma ini.Jadi, misalnya Anda memiliki 2 buah versi file berukuran kurang lebih 100MB di dua tempat, dengan rsync Anda mungkin Anda hanya membutuhkan transfer data sebesar 50MB, 10MB, atau bahkan di bawah 1MB untuk menyamakan kedua buah versi file ini, bergantung pada seberapa mirip kedua file tersebut sebelumnya.Atau, misalnya Anda sedang mentransfer file besar lalu putus di tengah jalan. Anda dapat menjalankan kembali rsync dan rsync akan melanjutkan kembali transfer dari posisi putus dan memastikan hasil akhirnya nanti sama.
2. Cepat. Rsync cepat salah satunya karena algoritma rsync yang disebutkan di atas. Selain itu rsync dapat melakukan kompresi data saat transfer. Dibandingkan FTP pun rsync lebih cepat karena dapat melakukan pipelining, sementara transfer menggunakan FTP boros koneksi TCP/IP untuk setiap file yang ditransfer. Ini akan semakin kentara untuk tree berisi file kecil-kecil yang jumlahnya banyak (misalnya file-file website yang umumnya berisi banyak file HTML dan gambar), di mana rsync dapat beberapa kali hingga belasan kali lebih cepat dari FTP.
3. Fleksibel. Rsync tidak hanya bisa mentransfer file tunggal, tapi juga direktori dan tree secara rekursif. Anda bisa memilih untuk menghapus file/direktori yang sudah tidak ada dari sisi pengirim tapi masih ada di sisi penerima. Anda juga bisa memilih untuk melakukan proses sinkronisasi metadata file seperti permission, kepemilikan, tanggal, ACL, dll. Rsync dapat menangani link simbolik, hardlink, device, dll. Selain opsi tersebut, masih banyak opsi lainnya, termasuk yang sering juga dijumpai di tool lain seperti tar, cp, dll.
4. Kemudahan Setup. Jika setup samba membutuhkan waktu yang cukup panjang, rsync bisa kita siapkan dalam waktu kurang dari 5 menit sehingga sangat membantu jika kita ingin melakukan penyalinan data tanpa harus melakukan setup yang rumit.
Kutipan keunggulan rsync diambil dari tulisan Steven Haryanto, Menggunakan Rsync.
Setup Rsync Server pada openSUSE :
1. Install paket rsync melalui YAST atau melalui konsole. Jika melalui konsole, proses install dapat dilakukan dengan perintah :
view source
print?
1 zypper in rsync
2. Ubah konfigurasi file /etc/rsyncd.conf
3. Contoh konfigurasi :
view source
print?
01 gid = users
02 read only = true
03 use chroot = true
04 transfer logging = true
05 log format = %h %o %f %l %b
06 log file = /var/log/rsyncd.log
07 pid file = /var/run/rsyncd.pid
08 #hosts allow = trusted.hosts
09 slp refresh = 300
10
11 [Home-Vavai]
12 path = /home/vavai
13 comment = Data-vavai
14 # auth users = user
15 # secrets file = /etc/rsyncd.secrets
16
17 [iso]
18 path = /srv/www/htdocs
19 comment = file iso vavai
Yang perlu diubah adalah bagian #hosts allow = trusted.hosts (diganti dengan IP komputer client yang boleh mengakses) dan pada bagian yang dimulai dengan kurung siku [ ]. Bagian ini adalah bagian yang akan dishare. Dalam contoh diatas, saya melakukan share 2 buah folder, yaitu /home/vavai dan /srv/www/htdocs. Silakan sesuaikan dengan folder share yang diinginkan.
4. Kita juga dapat membuat file teks /etc/rsyncd.motd yang berisi tulisan selamat datang (Message of the Day) dan menambahkan opsi motd file = /etc/rsyncd.motd pada file /etc/rsyncd.conf diatas
5. Restart service rsync dengan perintah :
view source
print?
1 service rsyncd restart
6. Test dengan perintah melalui konsole :
view source
print?
1 rsync IP-Address-Server::
misalnya
view source
print?
1 rsync 192.168.0.1::
Catatan : IP bisa diganti dengan hostname, misalnya rsync vavai.vavai.com::
Setting Client
1. Install paket rsync melalui YAST atau melalui konsole. Jika melalui konsole, proses install dapat dilakukan dengan perintah :
view source
print?
1 zypper in rsync
2. Check rsync server dengan perintah pada konsole :
view source
print?
1 rsync ip-address-server::
misalnya
view source
print?
1 rsync 192.168.0.1::
3. Jika menginginkan folder tertentu, kita bisa masuk ke folder tersebut sesuai data yang tampil pada saat kita tampilkan perintah rsync, misalnya
view source
print?
1 rsync 192.168.0.1::Home-Vavai/
. Jangan lupa menambahkan simbol / pada akhir folder yang artinya ingin melihat isi dari folder tersebut.
4. Untuk melakukan copy data, gunakan perintah berikut :
view source
print?
1 rsync -av ip-address-server::nama-folder-share nama-folder-tujuan/
contoh :
view source
print?
1 rsync -av 192.168.0.1::Home-Vavai/ /srv/www/htdocs/backup
. Itu artinya kita akan melakukan copy isi dari rsync share dengan nama Home-Vavai ke folder /srv/www/htdocs/backup.
5. Kita bisa juga memastikan agar folder tujuan selalu memiliki versi dan data yang sama dengan rsync dengan opsi -av –delete
6. Kita juga dapat mengecualikan suatu file / folder tertentu dari proses dengan opsi –exclude.
7. Silakan merefer pada manual rsync untuk pilihan lain yang lebih lengkap.
Read More : Tentang Rsync

Senin, 26 Juli 2010

Daftar Domain Gratisss,,,,,,,,,,,

1. Daftar Domain gratyis disini
2. Membuat blog dan memasukkan link seperti di atas ke blog Anda (jika Anda sudah punya blog/webite)
3. Daftarkan blog Anda di search engine google, klik disini http://www.google.com/addurl/?continue=/addurl
Selamat Mencoba,,,,,,,,,,,,,,
"SEMOGA BERHASIL"
Read More : Daftar Domain Gratisss,,,,,,,,,,,

Sabtu, 26 September 2009

SEJARAH INTERNET

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.

Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.

Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
[sunting] Daftar kejadian penting
Tahun Kejadian
1957 Uni Sovyet (sekarang Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.
1958 Sebagai buntut dari "kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa, dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer.
1962 J.C.R. Licklider menulis sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.
Awal 1960-an Teori mengenai packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.
Pertengahan 1960-an ARPA mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang dapat dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.
1965 Istilah "Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson.
1968 Jaringan Tymnet dibuat.
1971 Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.
1972 Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak Internet"
1972-1974 Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan dial-up.
1973 ARPANET ke luar Amerika Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.
1974 Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection".
1974 Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik pertama.
1977 Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.
1978 Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).
1979 Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Di tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Awal 1980-an Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.
Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.
1982 Istilah "Internet" pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.
1986 Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS(Domain Name System)yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan komputer.
Read More : SEJARAH INTERNET

PERBEDAAN LOCALHOST/LAN dgn INTERNET

Internet dengan localhost / LAN



Selain jaringan

internet terdapat pula bentuk jaringan yanglebih kecil, disebut Localhost atau

Local Area Network (LAN).

1. Pengertian Localhost / LAN

Saluran komunikasi antar komputer sehingga membentuk sebuah jaringan.

Apabila kita ingin membuat saluran komunikasi antar komputer yang biasa disebut

dengan LAN, maka minimal kita harus menyediakan 2 buah komputer serta peralatan

pendukung lainnya.

Langkah-langkah untuk membuat jaringan tersebut adalah:
a. Siapkan kabel UTP dan potonglah sesuai

dengan jarak dan jumlah komputer yang ingin dibuat jaringan.

b. Siapkan kartu jaringan dengan port RJ 45

dan pasanglah di komputer. Melalui slot PCI. Setelah itu, diver kartu jaringan

di pasang dengan software yang sesuai dengan kartu jaringan tersebut.

c. Siapkan HUB / Switch dengan port RJ45.

d. Hubungkan kabel dari setiap komputer yang

ada dengan hub / switch sehingga membentuk sebuah jaringan.

e. Kita tinggal klik ikon Network

Neighborhood di desktop, jika ingin mengomunikasikan setiap komputer.





2. Metode Pengkabelan





Ada 2

metode pengkabelan, yaitu metode kabel lurus (Straight Kabel) dan metode kabel

silang (Crossover Cable). Kabel lurus digunakan untuk hub. Antara workstation

dengan hub, sedangkan kabel silang di gunakan untuk hub. Antara workstation

tanpa hub. Dan hubungan antar hubungan.





3. Mengatur Konfigurasi Jaringan Komputer

Menggunakan Sistem Operasi Windows XP

Konfigurasi jaringan komputer dapat diatur pada saat pertama kali

menginstal sistem operasinya, misal: Windows XP.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai berikut:

a. Klik start

b. Klik Control Panel

c. Klik network and internet connections.

d. Klik set up or change your home or small

office network.

e. Pada new network setup wizard, klik next.

f. Klik next di kotak network setup wizard

selanjutnya

g. Klik Local Area Connection dan beri check

list pada Ignore.





4. Mengatur Alamat IP

Langkah-langkah untuk mengatur alamat IP antara lain sebagai berikut:

a. Klik start, kemudian klik Control Panel

b. Klik network and internet connection

c. Klik network connection

d. Klik ikon Local Area Network, kemudian

klik kanan dan pilih properties.

e. Pada menu general, klik internet protocol

(TCP/IP), klik tombol propertis

f. Pilih use the following IP Address,

kemudian isikan kotak isian nomor IP Address dan Subnet Mask, setelah itu klik

OK.
Read More : PERBEDAAN LOCALHOST/LAN dgn INTERNET

JARINGAN Ad Hoc

Jaringan Ad Hoc dilihat dari sisi topologi jaringan merupakan kumpulan dari beberapa node jaringan wireless multihop yang dinamis. Setiap nodenya mempunyai interface wireless untuk berkomunikasi dengan node lainnya. Jaringan Ad Hoc mempunyai infrastruktur node jaringan yang tidak permanen. Jaringan ini terdiri atas beberapa node yang bersifat mobile dengan satu atau lebih interface pada setiap nodenya. Setiap node pada jaringan Ad Hoc harus mampu menjaga performance trafik paket data dalam jaringan akibat sifat mobilitas node dengan cara rekonfigurasi jaringan. Sebagai contoh, jika ada node yang bergeser yang mengakibatkan gangguan berupa putus jaringan, maka node yang mengalami gangguan tersebut dapat meminta pembentukan rute link baru untuk meneruskan pengiriman paket data. Beberapa contoh penerapan jaringan Ad Hoc antara lain pembangunan jaringan komunikasi di medan perang untuk beberapa lokasi, pusat-pusat komunikasi di daerah bencana alam, sarana koneksi internet pada stand-stand suatu event/pameran dimana tidak dimungkinkan untuk membangun jaringan kabel atau ketidaktersediaan jaringan kabel.




Karakteristik Jaringan Ad Hoc





Node-node pada jaringan Ad Hoc tidak hanya berperan sebagai pengirim dan penerima data, namun dapat berperan sebagai penunjang node yang lainnya, misalnya mempunyai kemampuan layaknya router. Dengan demikian diperlukan adanya routing protokol dalam jaringan Ad Hoc untuk menunjang proses kirim terima antar node-nodenya. Berikut beberapa karakteristik jaringan Ad Hoc :



a. Multiple wireless link : setiap node yang mempunyai sifat mobility dapat memiliki beberapa interface yang terhubung ke beberapa node lainnya.



b. Dynamic topology : dikarenakan sifat node yang mobile, maka topologi jaringannya dapat berubah secara random/acak. Sebagai akibatnya routing protocol mempunyai masalah yang lebih kompleks dibandingkan dengan jaringan wired dengan node yang tetap.



c. Limited resources : seperti jaringan wireless lainnya, jaringan Ad Hoc dibatasi oleh masalah daya dan kapasitas memori.


Routing Protokol pada Jaringan Ad Hoc



Routing adalah mekanisme penentuan link dari nodepengirim ke node penerima yang bekerja pada layer 3 OSI (Layer Network). Protokol routing diperlukan karena untuk mengirimkan paket data dari node pengirim ke node penerima akan melewati beberapa node penghubung (intermediate node), dimana protokol routing berfungsi untuk mencarikan route link yang terbaik dari link yang akan dilalui melalui mekanisme pembentukan tabel routing. Pemilihan route terbaik tersebut didasarkan atas beberapa pertimbangan seperti bandwith link dan jaraknya. Jaringan Ad Hoc memiliki dua model protokol routing. Pertama, protokol routing yang bersifat reaktif (reactive), dimana tabel routing dibentuk jika ada permintaan pembuatan route link

baru atau perubahan link. Kedua, protokol routing yang bersifat proaktif (proactive), dimana tabel routing dibentuk dan diupdate setiap waktu (secara kontinu) jika terjadi perubahan link, maka routing protokol pada jaringan Ad Hoc dapat diklasifikasikan sebagai berikut :




tabel protokol routing jaringan ad hoc.jpg



Berikut akan dijelaskan beberapa dari protokol routing diatas.







Destination Sequenced Distance Vector (DSDV)



Prinsip kerja protokol routing ini mengacu kepada algoritma penentuan route Bellman-Ford berdasarkan nilai pembobotan setiap link. Setiap node menjaga tabel routingnya yang berisi arah tujuan, jumlah hop setiap tujuan dan sequence number. Proses update routing dilakukan secara periodik. Protokol routing ini bebas dari kejadian looping route. Tetapi salah satu kelemahan DSDV adalah tidak mendukung multipath routing (routing ke banyak tujuan). Berikut akan dijelaskan beberapa dari protokol routing diatas.





Destination Sequenced Distance Vector (DSDV)



Prinsip kerja protokol routing ini mengacu kepada algoritma penentuan route Bellman-Ford berdasarkan nilai pembobotan setiap link. Setiap node menjaga tabel routingnya yang berisi arah tujuan, jumlah hop setiap tujuan dan sequence number. Proses update routing dilakukan secara periodik. Protokol routing ini bebas dari kejadian looping route. Tetapi salah satu kelemahan DSDV adalah tidak mendukung multipath routing (routing ke banyak tujuan)




Source Tree Adaptive Routing (STAR)



Protokol routing ini tidak membutuhkan update routing secara periodik.




Signal Stability Routing (SSR)



SSR memilih route berdasarkan kuat sinyal antar node dan terbagi atas dua protokol, Dynamic Routing Protocol (DRP) dan Static Routing Protocol (SRP). DRP bertanggung jawab untuk menjaga tabel stabilitas sinyal dan tabel routing. SRP memproses paket dengan melewatkan paket ke link dengan intensitas sinyal yang lebih besar.




Dynamic Source Routing (DSR)



Protokol routing ini bekerja berdasarkan routing dari node sebelumnya. Node akan meng-update route berdasarkan route baru yang didapatnya. Proses routing terdiri atas dua bagian, route discovery dan route maintenance. Route discovery digunakan untuk meminta dan meneruskan informasi route. Route maintenance digunakan untuk informasi kejadian kesalahan route dan acknowledgements. Sama halnya dengan AODV, protokol ini akan membebani link. Semakin besar jaringan, control packets dan message packets akan semakin banyak, yang akan berakibat meminta alokasi bandwith.




Temporary Ordered Routing Algorithm (TORA)



Protokol routing ini bersifat adaptif dan bebas dari kemungkinan looping sehingga sangat cocok untuk kondisi jaringan yang berubah-ubah. Node pengirim menyediakan beberapa route untuk ke node tujuan, sehingga jika satu route gagal dapat digunakan route lain. Dengan adanya banyak route dari node pengirim, maka pengiriman paket data dapat tidak terganggu saat pertama kali terjadinya perubahan jaringan. Terjadi 3 proses didalam protokol ini, yaitu route creation, route maintenance dan route erasure

.

Ad Hoc on Demand Distance Vector Routing (AODV)



Protokol routing ini mengacu kepada protokol routing DSDV dengan penambahan fungsi broadcast untuk meminta route. Protokol ini mampu menangani perubahan topologi dan bebas dari looping route. Ketika suatu route dibutuhkan oleh suatu node, maka node tersebut akan mem-broadcast pesan ”route request” ke semua link. Respon dari pesan tersebut kemudian dikirim balik oleh node penerima atau intermediate node yang berisi route baru untuk ke node tujuan.


Relative Distance Microdiversity Routing (RDMAR)



Protokol routing ini memperkirakan jarak, radio loop antar node menggunakan algoritma estimasi jarak Zone Routing Protocol (ZRP) Protokol routing ini berbasis zone atau clustering. Protokol routing ini menerapkan metode clustering seperti pada CSGR, tetapi setiap nodenya bersifat sebagai node pemimpin dan juga anggota dari cluster lainnya. Sementara pada CSGR setiap cluster hanya mempunyai satu node pemimpin.
Read More : JARINGAN Ad Hoc

Sabtu, 22 Agustus 2009

PERINTAH DOS

Perintah DOS adalah perintah-perintah yang dapat dijalankan di dalam sistem operasi DOS. Dalam sistem operasi DOS, terdapat dua jenis perintah, yakni:

* Perintah internal (internal command), yakni perintah-perintah yang telah dimasukkan ke dalam COMMAND.COM (interpreter perintah DOS), sehingga dapat langsung dieksekusi oleh kernel DOS, di mana saja.
* Perintah eksternal (external command), yakni perintah-perintah yang tidak dimasukkan ke dalam COMMAND.COM, dan membutuhkan sebuah berkas yang dapat dieksekusi (berupa program DOS) yang harus terdapat dalam direktori aktif.

Tabel berikut berisi perintah-perintah yang terdapat dalam MS-DOS.
Perintah Jenis perintah Keterangan
BREAK Internal Mengeset pengecekan penekanan tombol Ctrl+C atau menggagalkannya.
CD atau CHDIR Internal Mengganti direktori aktif ke direktori lainnya yang ditentukan dalam parameter. Jika dijalankan tanpa parameter, maka perintah ini akan menampilkan lokasi di mana direktori aktif berada.
CHCP Internal Jika dijalankan tanpa parameter, perintah ini akan menampilkan code page (kumpulan karakter) dalam bentuk angka yang sedang digunakan. Perintah ini juga dapat digunakan untuk mengganti code page untuk semua perangkat yang mendukung pergantian kumpulan karakter.
CLS Internal Membersihkan layar dan menempatkan kursor pada pojok kiri layar. Perintah ini tidak memiliki parameter.
COPY Internal Menyalin satu atau beberapa berkas dari satu lokasi ke lokasi lainnya yang ditentukan. Perintah ini memiliki dua parameter, yakni parameter sumber berkas dan tujuan ke mana berkas akan disalin.
CTTY Internal Perintah ini akan mengganti perangkat terminal (terminal device/tty) yang digunakan untuk mengontrol komputer.
DATE Internal Perintah ini akan menampilkan tanggal saat ini. Perintah ini juga dapat mengeset tanggal komputer.
DEL atau ERASE Internal Menghapus berkas yang ditentukan dalam parameter. Parameter dapat berupa nama berkas atau beberapa nama berkas yang disusun menggunakan karakter wildcard.
DIR Internal Jika digunakan tanpa parameter, perintah ini dapat menampilkan daftar berkas-berkas dan subdirektori yang terdapat di dalam direktori aktif. Berkas ini memiliki satu parameter, yakni lokasi direktori di mana hendak menampilkan daftar isi direktori.
EXIT Internal Keluar dari shell COMMAND.COM sekunder dan kembali lagi kepada COMMAND.COM primer.
LH atau LOADHIGH Internal Memuat sebuah program ke upper memory block.
LOCK Internal Perintah ini mengizinkan akses langsung terhadap hard disk. Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam Windows 95/98.
MKDIR atau MD Internal Membuat sebuah direktori dalam direktori aktif.
PATH Internal Menentukan di mana MS-DOS harus mencari berkas-berkas yang dapat dieksekusi sebagai program.
PROMPT Internal Mengubah tampilan command prompt MS-DOS.
RMDIR atau RD Internal Menghapus sebuah direktori kosong. Akan gagal bila direktori tersebut mengandung berkas atau subdirektori lainnya. Gunakan perintah eksternal DELTREE untuk menghapus total sebuah tree direktori.
REN atau RENAME Internal Mengubah nama sebuah atau beberapa berkas (dengan menggunakan karakter wildcard).
SET Internal Menampilkan, menghapus atau mengeset variabel-variabel lingkungan. Umumnya, perintah ini dimasukkan ke dalam berkas AUTOEXEC.BAT.
TIME Internal Menampilkan atau mengeset waktu saat ini.
TYPE Internal Menampilkan isi dari sebuah berkas (dalam bentuk teks) ke dalam standard output.
UNLOCK Internal Menonaktifkan akses hard disk secara langsung. Perintah ini hanya dimiliki oleh MS-DOS dalam Windows 95/98.
VER Internal Menampilkan versi sistem operasi yang digunakan.
VERIFY Internal Menyuruh sistem operasi agar melakukan verifikasi bahwa berkas-berkas yang ditulis ke dalam media penyimpanan telah sempurna ditulis, dan menampilkan status verifikasi. Perintah ini secara default dinyalakan oleh MS-DOS.
VOL Internal Menampilkan nama label dari sebuah volume atau partisi.
Read More : PERINTAH DOS

280 Px

280 Px

280 Px

MeyDinata Blogs

terima kasih anda telah berkunjung diBLOG MeyDinata

semoga anda senang berkunjung diblogs Mey Dinata

  © Free Blogger templates The Robotic by Kang Oemar templates 2009

Kembali Ke : ATAS